GANJIL GENAP JAKARTA

NEWS

GANJIL GENAP JAKARTA

 

LIPUTAN7 РJAKARTA | Pemprov DKI memperluas pembatasan kendaraan bermotor dengan sistem ganjil genap. Selain rute yang diperluas, durasi pemberlakuan ganjil genap juga ditambah.

Pemerintah terus mendorong penggunaan kendaraan ramah lingkungan di Indonesia. Jika di level pusat, Pemerintah RI bakal meresmikan Perpres mobil listrik, maka di level daerah seperti DKI Jakarta kendaraan listrik dipermudah supaya bebas dari sistem jalur ganjil-genap yang selama ini dikenakan untuk kendaraan roda empat konvensional.

Ganjil genap tidak berlaku buat kendaraan dengan menggunakan listrik, kalau Anda menggunakan mobil listrik, motor listrik, anda tidak terkena kebijakan”gajil genap,”
ujar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balaikota Jakarta.

Sosialisasi berlangsung mulai 7 Agustus hingga 8 September 2019. Setelahnya jika ditemukan pelanggaran, maka pihak kepolisian tak segan-segan melakukan penilangan.

Namun perlu dicatat ya detikers, di sembilan rute lama yang sudah diterapkan ganjil genap tak berlaku sosialisasi ini. Artinya kalau detikers berniat melewati ganjil genap Jakarta di rute lama, maka sanksi tetap berlaku.

Adapun sanksi yang dikenakan adalah hukuman kurungan paling lama dua bulan atau denda paling banyak Rp 500 ribu sesuai dengan aturan pada pasal 287 ayat 1 UU no.22 tahun 2009.

Lihat juga : APA PENYEBAB LISTRIK PADAM DI JAKARTA

Bebas Ganjil Genap, Peminat Mobil Listrik Bisa Meningkat
Kendaraan Listrik menjadi jawaban untuk menjaga lingkungan tetap bersih di tengah gempuran polusi yang semakin menjadi. Indonesia sudah membutuhkan kendaraan ramah lingkungan, apalagi di kota besar seperti Jakarta kualitas udaranya dicemari polusi.

Pemprov DKI Jakarta melakukan berbagai cara untuk menekan polusi udara. Salah satunya adalah dengan memberlakukan pembatasan kendaraan bermotor ganjil genap. namun kendaraan bertenaga listrik masuk dalam pengecualian. Kendaraan ramah lingkungan itu tetap boleh melintas area pembatasan ganjil genap.

Pengecualian mobil listrik dalam pembatasan kendaraan ganjil genap ini menjadi insentif non-fiskal yang diberikan pemerintah terhadap kendaraan ramah lingkungan. Ini menjadi keuntungan tersendiri bagi pengguna mobil listrik. Lebih-lebih, penggunaan mobil listrik bisa semakin pasif.

BMW sendiri telah menjual beberapa mobil ramah lingkungan. Bahkan, sejak 2016 pabrikan asal Jerman itu telah menjual massal mobil Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) BMW i8. Mobil sport ramah lingkungan BMW i8 itu mengusung motor listrik yang baterainya bisa dicolok untuk diisi ulang yang dikombinasikan dengan mesin bensin berkapasitas kecil, 1.500 cc tiga silinder.

Selain itu, BMW juga telah menjual mobil listrik sepenuhnya dalam bentuk BMW i3s. BMW i3s telah diluncurkan di GIIAS 2019 beberapa waktu lalu.

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *