GEMPA TERJADI DI BANTEN

NEWS

GEMPA TERJADI DI BANTEN

 

LIPUTAN7 РJAKARTA | Diperkirakan ada 500 ribu gempa yang terjadi tiap tahunnya. Sekitar 100 ribu di antaranya bisa dirasakan manusia.

Seperti pada Jumat 2 Agustus 2019, sekitar pukul 19.03 malam. Gempa kuat bermagnitudo 6,9 mengguncang Banten bagian selatan. Getaran terasa ke kota-kota lain di Sumatera bagian selatan hingga Jawa bagian barat.

Episentrum gempa terletak di lepas pantai selatan provinsi itu. Peringatan tsunami sempat dikeluarkan oleh BMKG, namun dicabut beberapa jam kemudian.

Dua orang dilaporkan meninggal dunia akibat Gempa Banten, Sementara 8 orang terluka. Beberapa rumah juga dikabarkan mengalami kerusakan.

Lihat juga : GEMPA GUNCANG BALI NUSA DUA 

Gempa membuat kepanikan, tak hanya di Banten, namun kota-kota lain yang turut merasakan guncangan.

Lindu pada Jumat malam lalu kian membuktikan, Nusantara rawan gempa. Indonesia bertopang di atas zona tektonik yang sangat aktif, pertemuan tiga lempeng besar dunia: Pasifik, Australia, dan Eurasia, serta sejumlah lempeng kecil lain.

Negara kita berada di lingkaran ‘cincin api Pasifik’ atau Pacific Ring of Fire dan daerah kedua yang paling aktif di dunia — sabuk Alpide. Terjepit di antara 2 wilayah kegempaan berarti, Tanah Air menjadi lokasi sejumlah letusan gunung berapi dan gempa terdahsyat yang pernah terjadi di muka Bumi.

Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) menyebut, Pacific Ring of Fire atau yang secara teknis disebut sebagai sabuk Circum-Pacific adalah sabuk gempa terhebat di dunia — serial garis patahan yang membentang 40 ribu kilometer dari Chile di Belahan Bumi Barat (Western Hemisphere) lalu ke Jepang dan Asia Tenggara.

Kira-kira 90 persen dari semua gempa bumi di dunia dan 80 persen dari gempa bumi terbesar di dunia, terjadi di sepanjang Ring of Fire.

Sejumlah gempa berkekuatan sangat besar, lebih dari 8,5 skala Richter. Namun, bukan berarti makin besar magnitudenya, lindu tersebut pasti mematikan.

Dampak Gempa Banten, 113 Rumah Rusak dan Ribuan Jiwa Mengungsi
Plh Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo mengatakan, ratusan rumah rusak setelah Gempa Banten terjadi kemarin. Gempa berkekuatan 6,9 magnitudo terjadi pada Jumat (2/8) sekitar pukul 19.30 WIB.

Selain rumah warga yang mengalami kerusakan, ada juga kantor desa dan masjid yang mengalami kerusakan akibat Gempa Banten.

Sementara itu, BNPB mencatat jumlah pengungsi di Banten sebanyak 1.050 jiwa. Sementara di halaman kantor Gubenur Lampung, ada sekitar 1.000 jiwa yang mengungsi. Dan di EX Hotel Lima Enam juga menjadi tempat pengungsian.

Lihat juga : AGUNG HERCULES MENINGGAL AKIBAT KANKER OTAK

BPNB Tinjau Lokasi Gempa

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Doni Monardo sudah tiba di Pandeglang Banten, untuk memantau langsung dampak gempa Banten.

Semalam sesaat setelah gempa Banten, Presiden Jokowi langsung memerintahkan BNPB, TNI, Polri, dan Menteri sosial untuk bertindak cepat.

Ia pun memastikan, keadaan saat ini sudah aman karena tidak berpotensi tsunami. Pascagempa, dirinya langsung menghubungi aparat terkait untuk mendapatkan informasi terkini.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *