CALON HAJI MENINGGAL BERHAK DAPAT ASURANSI ??

NEWS

CALON HAJI MENINGGAL BERHAK DAPAT ASURANSI ??

LIPUTAN7 – JAKARTA | Sudah ratusan ribu Jemaah haji asal Indonesia bertolak ke Tanah Suci. Namun, beberapa diantaranya memiliki takdir lain, harus menghembuskan nafas terakhirnya di Arab Saudi.

Sampai hari ke 16 masa operasional haji, terhitung sudah 15 calon haji yang wafat di Tanah Suci atau saat perjalanan.

Jemaah haji yang meninggal dunia berhak mendapatkan asuransi senilai Rp 18 juta dari asuransi Takaful. Bagi yang mendapat kecelakaan selama di Arab Saudi, berhak mendapat dua kali lipatnya.

Klaim asuransi juga akan diberikan kepada jemaah yang meninggal saat berada di dalam pesawat. Maskapai mengcover jaminan asuransi sebesar Rp 125 juta.

Ini berdasarkan keterangan dari Kepala Seksi Kedatangan dan Keberangkatan Daerah Kerja Bandara Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Cecep Nursyamsi.

Dia menuturkan jika asuransi berlaku sejak jemaah haji berangkat dari rumah untuk ke embarkasi, sampai berada di rumah kembali.

Lihat juga : JOKOWI MINTA BMKG DAN BNPB TIRU JEPANG

Beberapa persyaratan yang dibutuhkan diantaranya surat keterangan kematian (SKK), surat pernyataan ahli waris dari kecamatan serta nomor rekening almarhum atau ahli waris.

Peraturan yang mengatur tentang jemaah haji yang meninggal yaitu bedasarkan Keputusan Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Nomor 174 Tahun 2018 tentang Tata Cara Pelimpahan Nomor Porsi Jemaah Haji Reguler yang Meninggal Dunia.

Wafat, JemaahHaji di Tanah Suci Capai 125.365 Orang
Jemaah haji Indonesia yang berada di Tanah Suci kini sudah mencapai 125.365 orang, dari 310 kloter. Sebanyak 17 orang diantaranya meninggal dunia.

Jemaah haji tersebut tiba melalui Bandara Prince Mohammed bin Abdul Aziz, Madinah dan King Abdul Aziz, Jeddah. Adapun jumlah petugas mendampingi 1.550 orang.

Sedangkan kloter yang berangkat hingga hari ini tercatat 316 dengan jumlah jemaah 127.705 orang.

dua jemaah haji Indonesia kembali meninggalkan dunia di Arab Saudi. Sehingga totalnya mencapai 17 orang.

Mayoritas jemaah meninggal dunia di Madinah, rata-rata mengidap penyakit gangguan pernafasan, jantung dan pembuluh darah.

Calon Haji Diminta Tidak Umrah Siang Hari

Jemaah Indonesia yang baru saja sampai di Kota Makkah disarankan menunaikan ibadah umrah wajib haji pada malam hari. Hal itu dilakukan guna menghindari dampak kepadatan Masjidil Haram dan cuaca panas.

Dia memaparkan, suhu kota Makkah pada siang hari rata-rata di atas 40 derajat Celsius dan kadang bisa sampai 50 derajat Celsius.

Suhu tersebut, kata Maskat, jauh lebih tinggi dibanding rata-rata suhu pada hari biasa di Indonesia yang berkisar antara 26 sampai 36 derajat Celsius.

Ia menambahkan, menunaikan umrah wajib pada malam hari akan lebih ringan karena suhu udaranya relatif lebih rendah dibandingkan pada siang hari.

pelaksanaan tawaf itu utuh. Berbeda kalau masuk ke Haram dalam waktu salat rawatib, mungkin akan terpecah karena ada adzan, kalau ada adzan, berarti ada pengelompokan jamaah laki-laki dan perempuan di tempat yang sudah ditentukan dan berbeda.

Selain itu, dia juga memaparkan keuntungan lain jika jemaah melaksanakan umrah wajib haji pada malam hari, yaitu ruangan pelaksanaan tawaf utuh.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *