GEMPA GUNCANG NUSA DUA BALI

NEWS

GEMPA GUNCANG BALI NUSA DUA RUSAK

LIPUTAN7 РJAKARTA | Kabar duka kembali menyelimuti warga Tanah Air. Gempa berkekutatan 5,8 mengguncang Bali, Selasa (16/7/2019) tadi pagi.

Geteran Gempa tersebut mengakibatkan sejumlah bangunan seperti rumah, kantor, pura dan hotel di beberapa wilayah di Bali rusak. Hingga kini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali masih terus menginventarisasi laporan kerusakan yang disampaikan warga.

Sejak kabar bencana alam tersebut beredar, publik khususnya para pengguna jejaring sosial mulai membanjiri ini masa dengan berbagai twit belasungkawa atas gempa di kawasan Bali. Namun, ada pula warganet setempat yang mengunggah potret terkini Bali akibat gempa tersebut.

1. Gerbang di sebuah kawasan wisata Bali rusak.
2. Sebuah pura di Bali alami kerusakan parah akibat getaran gempa berkekuatan Magnitudo 5,8.
3. Sebuah bangunan tampak retak akibat getaran gempa di Bali.

Lihat juga : GEMPA HARI INI TERJADI DI WILAYAH INDONESIA PAPUA

Dari informasi yang diterimanya, sejumlah bangunan rusak di antaranya gapura di Indonesia Tourism Development Center (ITDC), SD Negeri 1 Ungasan, Kantor Camat Kuta, SD 11 Jimbaran, Hotel Mercure Nusa Dua, Alfamart di Jalan Bali Cliff Nomor 48 Ungasan, Kuta Selatan dan pura di kawasan Lapangan Taman Kota Lumintang.

Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melakukan pemutakhiran gempa yang mengguncang Bali dari Magnitudo 6,0 menjadi 5,8. Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono menjelaskan, episenter gempa bumi terletak pada koordinat 9,08 LS dan 114,55 BT atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 80 kilometer arah selatan Kota Negara, Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali pada kedalaman 104 kilometer.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi selatan di Jawa-Bali-Nusa Tenggara ini berkedalaman menengah diakibatkan oleh aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menyusup ke bawah Lempang Eurasia.

Hingga pukul 08.50 Wita Hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock). “BMKG mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

BMKG juga mengimbau agar masyarakat menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum kembali ke dalam rumah.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *