Trending Topic di Twitter dengan Hastag JokowiMenangTotalDebat

JOKOWI TERPILIH KEMBALI DI PILPRES 2019

NEWS

JOKOWI TERPILIH KEMBALI DI PILPRES 2019

Trending Topic di Twitter dengan Hastag JokowiMenangTotalDebat

LIPUTAN7-JAKARTA|Mahkamah Konstitusi telah mengeluarkan putusan hasil pilpres 2019.

Yang menolak semua gugatan Prabowo-Sandiaga. Dengan begitu, Jokowi-Ma’ruf dinyatakan sebagai pemenang Pilpres 2019.

Wakil Ketua Umum Gerindra Arief Poyuono mengucapkan selamat kepada Jokowi-Ma’ruf.
Selamat pak Joko Widodo yang terpilih kembali dalam Pilpres 2019 secara demokratis. Selamat bekerja dan tuntaskan janji-janji kampanye Kangmas untuk rakyat.

Dia menuturkan, ini kemenangan Indonesia. Dan dia mengajak masyarakat Indonesia untuk kembali bersatu.

Hati kita Indonesia pemenangnya adalah Indonesia. Mari Bersatu kembali membangun bangsa dan negara. Kita punya hati ya sama. Hatiku, hatimu Indonesia.

Dia pun juga mengucapkan selamat untuk seluruh masyarakat Indonesia.

Mahkamah Konstitusi (MK) menolak seluruh gugatan hasil Pilpres 2019 yang diajukan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Putusan tersebut disepakati sembilan hakim konstitusi tanpa dissenting opinion atau perbedaan pendapat.

“Menolak permohonan pemohon untuk seluruhnya,” ucap Ketua Majelis Hakim Konstitusi Anwar Usman di Gedung MK, Jakarta, Kamis (27/6/2019).

Dalam putusannya, MK menegaskan lembaganya punya kewenangan untuk mengadili permohonanan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) yang diajukan pemohon, yaitu Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahudin Uno selaku pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 2 dalam Pilpres 2019.

Mahkamah Konstitusi berwenang mengadili perkara a quo,” ujar Hakim Konstitusi Aswanto saat membacakan putusan sengketa Pilpres 2019 di gedung MK, Jakarta Pusat, Kamis (27/6/2019).

Diuraikan, hal itu disampaikan MK karena dalam perkara ini pihak pemohon dan pihak terkait telah menyampaikan eksepsi atau keberatan atas permohonan sengketa yang diajukan pemohon.

Kendati berwenang mengadili, MK menolak hampir semua dalil yang diajukan oleh pemohon. MK antara lain menyebut tidak menemukan adanya bukti terkait ketidaknetralan aparatur negara, dalam hal ini Polri, Badan Intelijen Negara (BIN), dan TNI.

Dia mengatakan, pihaknya telah memeriksa secara seksama berbagai bukti dan keterangan yang disampaikan pemohon, dalam hal ini tim hukum pasangan calon nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Salah satu bukti yang diperiksa adalah bukti tentang video adanya imbauan Presiden Joko Widodo atau Jokowi kepada aparat TNI dan Polri untuk menyampaikan program pemerintah ke masyarakat.

Selama berlangsung persidangan,mahkamah tidak menemukan fakta bahwa indikasi ajakan mengenakan baju putih lebih berpengaruh terhadap perolah suara Pemohon dan pihak Terkait.

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *