JEMAAH NAQSABANDIYAH SUDAH TAKBIRAN MALAM INI

NEWS

JEMAAH NAQSABANDIYAH SUDAH TAKBIRAN MALAM INI

LIPUTAN7 – PADANG | Jamaah Tarekat Naqsabandiyah Kota Padang, Sumatera Barat, menggelar takbiran menyambut Idul Fitri 1440 Hijriah pada Minggu malam.

Imam Mushalla Baitul Makmur, Syafri Malin Mudo mengatakan, hari ini merupakan hari terakhir puasa di bulan Ramadhan 1440 Hijriah dan setelah sholat Isya digelar takbiran menyambut Idul Fitri.

Kami nanti setelah selesai menunaikan ibadah sholat Isya akan melaksanakan Takbiran bersama jemaah lainnya.

Sebelumnya jemaah Tarekat Naqsabandiyah menyatakan satu Ramadan jatuh pada Sabtu 4 Mei 2019 dan Idul Fitri 1440 Hijriah jatuh pada Senin (3/6/2019).

Dirinya juga menjelaskan bahwa metode yang digunakan dalam penghitungan menggunakan hisab dan rukyat. Hisab adalah penghitungan dan rukyat artinya melihat bulan.

Sementara untuk melakukan puasa sendiri, Jamaah Naqsabandiyah akan melakukan selama 30 hari dan setelah itu baru akan merayakan Idul Fitri.

Meski ini adalah malam takbiran, dalam proses malam takbiran di Desa Wakal, Kaitetu, dan Tengahtengah di Pulau Ambon dan Waiputi di Pulau Seram.

Warga muslim setempat hanya berkumpul dan bercengkrama, kemudian menyalakan kembang api dan membunyikan petasan selepas salat Isya.

Umat muslim di Wakal, Tarekat Naqsabandiyah diketahui telah melaksanakan ibadah puasa pada 4 Mei 2019, dua hari lebih awal dari yang ditetapkan oleh Kementerian Agama.

Proses malam takbiran di empat desa tersebut hampir sama. Mereka memulai malam takbiran dengan berbondong-bondong membayar zakat fitrah dan mal.

Zakat dibawa ke panitia amil zakat di masjid-masjid setempat untuk disalurkan kepada yang berhak menerima zakat, ada pula yang mengantarkan langsung zakatnya ke rumah penerima zakat, seperti para janda, mualaf, anak yatim dan fakir miskin.

Usai membayar zakat, warga Wakal, Kaitetu, Waiputi dan Tengahtengah kemudian mengunjungi komplek pemakaman setempat untuk menyalakan lilin di makam para kerabat yang telah meninggal dunia.

Abdurahman mengaku telah melaksanakan tradisi itu sejak dia masih kecil. Ia bahkan menyalakan lilin di makam para kerabat yang tidak pernah ia kenal sebelumnya.

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *