Pahlawan Demokrasi Gugur Saat Bertugas Menjaga Keamanan pemilu 2019

Pahlawan Demokrasi Gugur Saat Bertugas Menjaga Keamanan pemilu 2019

NEWS PILPRES

Pahlawan Demokrasi Gugur Saat Bertugas Menjaga Keamanan pemilu 2019

 

Pahlawan Demokrasi Gugur Saat Bertugas Menjaga Keamanan pemilu 2019

 

Liputan 7 – JAKARTA | Pahlawan Demokrasi Gugur Saat Bertugas Menjaga Keamanan pemilu 2019

Pemilu 2019 meninggalkan catatan dukacita. Hingga 22 April 2019, Komisi Pemilihan Umum mencatat 90 petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara atau KPPS di sejumlah daerah meninggal dunia.

Para pahlawan demokrasi itu mempertaruhkan nyawa saat menjalankan tugas mengawal Pemilu 2019. Mereka gugur saat mengemban tugas negara.

Tak hanya petugas KPPS. Polri juga mengungkapkan, sebanyak 15 anggota kepolisian gugur saat bertugas mengamankan penyelenggaraan Pemilu 2019.

“Almarhum menjabat Kepala Bagian Operasi (KBO) Satuan Binmas Polres Tana Toraja, dia meninggal usai kecelakaan saat sedang bertugas pengamanan pemilu di wilayahnya,” kata Kabid Humas Polda Sulsel,  Senin, 22 April 2019.

Saat kejadian, Paulus Kenden sedang berpatroli di wilayahnya untuk memastikan keamanan rekapitulasi di tingkat PPK Kurra.

Dan ia tak sendirian. Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengungkapkan, 15 polisi meninggal dunia saat mengamankan Pemilu 2019.

 

Pahlawan Demokrasi Gugur Saat Bertugas Menjaga Keamanan pemilu 2019

Sementara, data resmi KPU hingga 22 April 2019 menyebutkan, sudah ada 90 petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) meninggal dunia dan 374 orang lainnya sakit. Pihak Bawaslu kehilangan 27 pengawas. Jumlah total yang gugur 132 orang. Mayoritas karena kelelahan.

Proses Pemilu 2019 memang melelahkan. Untuk kali pertama dalam sejarah negeri ini, pilpres dan pileg digelar serentak. Para pemilih mencoblos kertas suara pilpres, DPR, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota, dan DPD sekaligus. Repot memang.

Namun, kerepotan itu tak hanya dihadapi para pemilih. Bayangkan, proses panjang dan melelahkan yang harus dilalui untuk mewujudkan pesta demokrasi lima tahunan ini. Dari pengiriman logistik pemilu hingga memastikan kotak berisi surat suara aman hingga tujuan.

Para petugas dan relawan harus menyeberangi sungai dan lautan, menembus hutan, menyusuri jalur teroris, di tengah cuaca panas hingga badai. Ada yang menggunakan truk, mobil, sepeda motor, hingga pedati yang ditarik kerbau atau sapi. Tak jarang kendaraan-kendaraan itu mogok di tengah jalan berlumpur. Sapi-sapi pun bisa ngambek dan harus dirayu agar mau maju.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *