Pecinta Hewan Cemas , Imlek 2019 Bisa Picu Penelantaran Babi

Pecinta Hewan Cemas , Imlek 2019 Bisa Picu Penelantaran Babi

NEWS

Pecinta Hewan Cemas , Imlek 2019 Bisa Picu Penelantaran Babi

 

 

Pecinta Hewan Cemas , Imlek 2019 Bisa Picu Penelantaran Babi

 

 

Liputan 7 – TAIPEI |  Pecinta Hewan Cemas , Imlek 2019 Bisa Picu Penelantaran Babi

Tahun Baru Imlek dengan Tahun Babi Emas yang dimulai pada Selasa 5 Februari 2019, membuat cemas para pecinta hewan babi di Taiwan.

Mereka khawatir bahwa masyarakat yang ingin memelihara seekor anak babi di rumah untuk keberuntungan, dapat menyebabkan gelombang penelantaran babi di kemudian hari, demikian seperti dikutip dari VOA Indonesia, Selasa (5/2/2019).

Anita Chen, yang mengelola forum media sosial untuk pemilik babi peliharaan dan memiliki dua babi peliharaan di rumahnya di Taipei, mengatakan hal pertama yang harus dipertimbangkan pemilik ketika memelihara babi adalah kebebasan dan fleksibilitas.

Babi peliharaannya yang bernama ‘Xin-xin’ dan ‘Mei-mei’ memiliki kecerdasan anak berusia 5 tahun dan dapat membuka segala sesuatu, mulai dari lemari es hingga pintu dan laci.

Mereka juga sering kali mencabik-cabik semua yang ada di dalamnya yang membuat pemiliknya yang baru tiba di rumah terkejut.

“Anak babi sangat hampir tidak dapat dipisahkan dari pemiliknya, mereka akan terus mengeluarkan suara untuk memaksamu bermain atau memberinya makan,” kata Chen.

Ia juga menambahkan bahwa banyak pemilik yang kewalahan dan menelantarkan anak babi peliharaannya hanya dalam beberapa bulan.

Pengunjung di sebuah peternakan peliharaan di utara kota Taoyuan tampak menikmati saat-saat mereka memberi susu kepada anak-anak babi di kandang, dan banyak juga yang ingin membawa babi-babi itu pulang.

“Kami tidak menyarankan ini karena mereka adalah hewan ternak,” kata pemilik peternakan Yang San-guei.

Babi Bama, jenis yang paling sering dipelihara sebagai hewan peliharaan di Taiwan mungkin terlihat kecil dan lucu ketika muda, tetapi mereka dapat tumbuh hingga 60 kg, ujar Yang.

Tetapi jika ada pengunjung yang tidak keberatan, Yang mengatakan ia bersedia menjual seekor anak babi seharga 3,000 NTD (New Taiwan Dollar) atau sekitar Rp 1.360.650. Anak babi lainnya akan dijual ke pasar ketika kandangnya sudah tidak mampu menampung mereka.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *