Uji Kotak Suara Berbahan Kardus di Uji Coba dengan Diduduki

Uji Kotak Suara Berbahan Kardus di Uji Coba dengan Diduduki

PILPRES

Uji Kotak Suara Berbahan Kardus di Uji Coba dengan Diduduki

 

Uji Kotak Suara Berbahan Kardus di Uji Coba dengan Diduduki

 

 

 

Liputan 7 – JAKARTA | Uji Kotak Suara Berbahan Kardus di Uji Coba dengan Diduduki 

Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Mamasa, Sulawesi Barat, menggelar uji tekan terhadap kotak suara kardus untuk meyakinkan kemanan kotak suara tersebut.

Kotak suara kardus itu diduduki sambil diangkat oleh empat petugas KPU untuk menguji kekuatan kardus.

Simulasi uji kualitas kotak suara dari kardus ini berlangsug di halaman kantor KPU Mamasa, Kamis (210/12/2018).

Setelah Nuraini masuk ke dalam kotak suara, Cucum dan dan salah satu petugas mengangkat Nuraini yang mempunyai tinggi badan sekitar 160 cm dan berat 50 kg.

Setelah itu, kotak suara ditutup. Komisioner KPU Jakbar Novidiansyah yang punya berat badan sekitar 80 kg kali ini diminta Cucum untuk menduduki kotak suara tersebut. Hasilnya, kotak suara tersebut tidak jebol. Begitu pula saat petugas yang punya berat badan sekitar 60 Kg diminta naik, kotak suara tersebut tetap kokoh

Ketua KPU Mamasa Joni Rambulangi mengatakan, simulasi kotak suara dilakukan pihaknya bersama Panwaslu untuk menguji kualitas kotak suara yang akan digunakan saat pencoblosan pada Pemilihan Presiden dan Legislatif pada 17 April 2019 mendatang.

Menurut Joni, kualitas kotak suara yang berbahan kardus tersebut dianggap kuat dan aman untuk digunakan saat pencoblosan nanti.

Meski demikian, pihaknya mengakui ada sekitar belasan kotak suara yang ada di KPU Mamasa saat ini mengalami kerusakan. Kerusakan kotak suara tersebut diperkirakan terjadi saat pengiriman dari Jakarta ke Mamasa.

“Kita uji coba ketahanannya bersama Bawaslu. Dari hasil uji yang dilakukan dianggap cukup tahan. Memang ada beberapa kotak suara yang rusak, tapi itu kerusakan terjadi kemungkinan saat dalam proses pengiriman sebelum tiba di KPU Mamasa,” ujar Joni.

Selain kerusakan kotak suara, jumlah logistik di KPU Mamasa juga masih kurang. Misalnya, bilik suara masih kurang 39 unit dan kotak suara kurang 31 buah.

Kendala lain yang dihadapi KPU Mamasa saat ini adalah gudang logistik yang mengalami kemiringan hingga 30 derajat. Sebagian atap dan plafon gedung tempat peyimpanan logistik roboh akibat gempa yang sudah lebih dari sebulan mengguncang Mamasa. Akibatnya, logistik dan dokumen pilpres dan pileg hanya ditutup terpal.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *