Beredar di Indonesia Ganja Cair Asal Jerman dan Ekstasi Asal Belanda

Beredar di Indonesia Ganja Cair Asal Jerman dan Ekstasi Asal Belanda

NEWS

Beredar di Indonesia Ganja Cair Asal Jerman dan Ekstasi Asal Belanda

 

Beredar di Indonesia Ganja Cair Asal Jerman dan Ekstasi Asal Belanda

 

Liputan 7 – JAKARTA | Beredar di Indonesia Ganja Cair Asal Jerman dan Ekstasi Asal Belanda

Tim gabungan Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Bea Cukai Kantor Pos Pasar Baru menyita empat kardus berisi 22 botol

di dalamnya berisi cairan diduga mengandung narkotika jenis Cannabis sativa.

Pada Rabu (21/11/2018), dilakukan penangkapan terhadap seorang pemesan wanita berinisial A dan laki-laki berinisial AW. Deputi Pemberantasan BNN Arman Depari mengatakan, paket tersebut dibeli secara online dan dikirim dari Jerman.

“Nah, setelah kita lakukan pemeriksaan secara laboratorium, maka kita temukan bahwa hemp seed berupa botolan yang kita lihat di depan itu mengandung dua zat kimia, yaitu adalah Cannabidiol dan Dronabinol,” kata Arman di Gedung BNN, Cawang, Jakarta Timur, Rabu (12/12/2018).

Arman mengatakan, kedua zat tersebut belum terlampir baik dalam UU Nomor 35 Tahun 2009 maupun peraturan Menteri Kesehatan sehingga kasus ini belum bisa diproses. Namun, penyidik mewajibkan dua orang pemesan tersebut melakukan wajib lapor.

Ekstasi 15.410 Butir

Bersamaan dengan itu, Arman juga mengungkap kasus ekstasi jaringan Kendari-Tanjung Pinang-Surabaya. BNN melakukan penangkapan terhadap total empat orang tersangka yang menyelundupkan 15.410 butir ekstasi berasal dari Malaysia di Jakarta (2/12) dan Surabaya (6/12).

Kasus upaya penyelundupan ekstasi dari Belanda lalu dikirim dari Port KLang dan masuk melalui Tanjung Pinang

pada saat tersebut bersama dengan Bea Cukai kita telah menerima informasi tentang adanya penyelundupan ekstasi

Tersangka berinisial SP, FM, dan AS ditangkap di Jakarta (2/12) saat berusaha menyelundupkan ekstasi.

Mereka menggunakan modus menempelkan sebagian bungkusan di badan salah satu tersangka menggunakan korset. Sebagian lainnya dimasukkan ke dalam tas.

Dalam pengembangan kasus, tersangka keempat berinisial IWS sendiri ditangkap di sebuah kamar hotel di Surabaya (6/12) setelah keluar kamar seusai mengambil paket yang ditinggalkan.

“Hukuman yang diancamkam mereka itu hukuman mati, karena sesuai Undang-Undang lebih dari 5 gram maka bisa diancam pasal 112, 114, 132 dan seterusnya. Minimal 4 tahun, maksimal hukuman mati,” Arman menjelaskan.

Atas perbuatannya, tersangka dikenakan pasal 114 ayat (2), pasal 112 ayat (2), jo pasal 132 ayat (1), Undang-Undang No.35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman maksimal pidana mati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *