Siswi SMA Tergiur dengan Uang dan Ponsel yang akhirnya di Setubuhi

NEWS

Siswi SMA Tergiur dengan Uang dan Ponsel yang akhirnya di Setubuhi

 

 

Siswi SMA Tergiur Uang 4juta dengan Ponsel yang akhirnya di Setubuhi

 

 

 

Liputan 7 , KAPUAS –Siswi SMA Tergiur dengan Uang dan Ponsel yang akhirnya di Setubuhi

Siswi SMA di Kecamatan Selat , Kabupaten Kapuas , Kalteng , Inisial AR menjadi korban pencabulan yang di lakukan pria kenalannya di Medsos .

Anak Baru Gede (ABG) yang masih berusia 15 Tahun ini , Awalnya berkenalan dengan seorang pria melalui Facebook (FB) . Karena tergiur Iming – iming uang dan HP , sampai sampai ia rela pergi dari rumahnya , hingga akhirnya Siswi ini di setubuhi oleh Pria tersebut .

Informasi yang didapatkan dari Kalteng Pos ( Jawa Pos Group ) , kejadian bermula pada selasa (20/11) . Saat itu AR berkenalan Melalui Facebook dengan seorang Pria yang mengaku bernama Ayan Apendi . Pria yang berusia 23 Tahun asal Kecamatan Basarang , Kabupaten Kapuas ini , Meminta AR untuk ketemuan .

Lalu mereka janjian untuk bertemu di Kuala Kapuas . AR dijanjikan akan diberi uang sebesar Rp4juta dan sebuah ponsel .Korban pun pergi dari rumah sekitar pukul 07.00 WIB menggunakan taksi air dari Terusan Raya , Kecamatan Bataguh menuju Kuala Kapuas .

Mengetahui anaknya menghilang, karena pergi tanpa pamit, orang tua AR melaporkan ke Polsek Selat. Mendapat laporan tersebut, polisi dipimpin Kapolsek Selat AKP Johari Fitri Casdi, langsung melakukan pencarian.

Selama penyelidikan berlangsung, polisi mendapat informasi dari masyarakat bahwa ada seorang laki-laki dan satu wanita yang usianya masih muda menawarkan menjual sepeda motor.

Tak lama berselang, kapolsek bersama anggotanya menggerebek sebuah rumah di Jalan Kapuas. Dari rumah itu, polisi menemukan AR dan Ayan Apendi. Keduanya pun dibawa ke Polsek Selat

Kapolres Kapuas AKBP Tejo Yuantoro melalui Kapolsek Selat AKP Johari Fitri Casdi membenarkan kejadian tersebut. Saat ini, polisi telah mengamankan Ayan Apendi dan mengembalikan AR kepada orang tuanya.

“Hasil dari pemeriksaan, benar telah terjadi tindak pidana membawa lari anak di bawah umur selama tiga hari. Antara korban dengan tersangka saling berkenalan melalui media sosial Facebook,” kata Johari.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *